Sebait kata untuk Dee

Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang,
tapi satu yg tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu.





27 September 2010

Bahagiaku, ketika...

Sebuah puisi yang kudedikasikan khusus untuk Sekar Datu. Tertanggal 23 Januari 2007. Untaian kata itu terkirim tepat jam 02:20, untuknya. Di Kota Jogja. Kala itu.

Tak kuasa ku menahan pikiranku yang tiba-tiba melayang jauh ke masa itu, bernostalgia dengan hati dan jiwaku yang menggelora. Itukah yang dinamakan cinta?
BAHAGIAKU, KETIKA...
Sayang pasti lagi bermimpi bermain di nirwana,
Diantara indahnya pancaran cahaya bintang,
Diantara awan putih yang berkilauan.
Sayang pasti lagi tertawa,
Diantara malaikat yang terbang di awan,
Diantara malam yang penuh bintang.
Sayang pasti lagi tersenyum,
Dengarkan nyanyian bidadari langit di surga,
Ditemani cahaya nirwana yang tersipu.
Sayang pasti bahagia,
Berteman suara alam gemericik hujan,
Diantara tetes-tetes embun kala fajar menjelang.
Aku lebih bahagia,
Ketika bisa melihat tawa, senyum, senang dan bahagiamu itu..

Gambar dari sini

0 comments:

Thanks for visiting. Leave a comment!